Syukur alhamdulillah, dalam waktu yang relatif singkat, makin banyak kini para petani termasuk yang bergerak dalam bidang perkebunan, perikanan dan peternakan yang semakin tertarik dan mempercayakan penggunaannya pupuknya ke pupuk hayati lengkap MaxiGrow.

Seorang sahabat yang berjualan pupuk organik dan pupuk hayati pun, kini beralih 100% hanya menjual pupuk hayati lengkap MaxiGrow. Pupuk-pupuk merk lain telah ia kesampingkan. Ia hanya fokus dan mempercayakan prospek dagangan pupuknya hanya kepada pupuk bio teknologi MaxiGrow.

Bukti, testimoni dan fakta menakjubkan lainnya dari keunggulan dan manfaat nyata dari MaxiGrow akan kami sampaikan dalam setiap acara temu tani dan penyuluhan.

Terbukti, Inilah Faktanya, Bukan Katanya.

Parade 58 Contoh Fakta Nyata Yang Menakjubkan !

Agung MSG – www.MaxiGrowIndonesia.com

  1. Anggrek Vanda (Anggrek Pensin) : Anggrek potong ini kelihatan sekali baru 2 kali pemakaian hasilnya tambah seger dan hijau. Sebelumnya daunnya agak kuning dan batangnya seperti layu (MI : I Gusti Putu Sudirna).
  1. Anggur : Baru seminggu pakai MaxiGrow, bibit-bibit anggur daunnya lebih hijau cerah (Aim Supendi).
  1. Bayam Merah : bisa panen dengan MaxiGrow pada usia 16 hari. Padahal pada umumnya sekitar 25 s/d 29 hari. Ini faktanya, bukan katanya ! (~ Desa Terik, Kec. Krian, Sidoarjo ~)
  2. Bawang Merah : Kualitas hasil panennya jadi bagus, bawangnya lebih merah, lebih segar dan lebih besar. Selain itu jumlah anakannya banyak dan besar, umbinya rata. Pada kasus uji coba pemupukan di pertengahan musim, hasil panen naik 38,64%. Apalagi bila diaplikasikan sejak awal, Insya Allah lebih tinggi hasilnya ! Satu lagi, meski terkena cuaca ekstrim hujan terus-terusan, bawang merah tetap sehat, kuat dan segar, alias tahan terhadap jamur dan bakteri antara lain biasanya terkena busuk daun dan umbi.
  1. Brokoli : Sama-sama umur satu bulan, Brokoli yang pakai MaxiGrow sudah berbunga dibandingkan dengan yang tidak pakai MaxiGrow yang belum juga berbunga (Batu, Malang). BROKOLI Bedugul Bali, yang tidak pakai Maksigrow belum berbunga, yang pakai Maksigrow sudah panen. Ini Faktanya, bukan katanya!
  1. BungaAdenium : Lebih banyak bungannya, lebih berwarna tua bukan warna pudar, dan lebih lama berbunganya (lebih tahan lama).
  1. Bunga Gumitir : Kesaksian Petani Bunga Gumitir – Badung, Bali, “Sebelum pakai MaxiGrow harganya murah, Pak. Setelah pakai MaxiGrow harganya mahal. Sebab Bunga Gumitir pakai MaxiGrow, jadi besar, berat dan tahan lama !”
  1. Bunga Matahari : “Bunga matahari menggunakan MG1. Batangnya besar, bunganya lebih banyak,” I Gusti Putu Sudirna, Petani Bunga Badung – Bali (14/12/16) :
  1. Bunga Wijayakusuma : Bunga Wijayakusuma mekar sekarang setelah diberi MaxiGrow. Saya baru lihat bunga seindah ini. Sebelumnya engga pernah berbunga. Itu hanya dikasih satu kali, ditaburkan, ditunggu, ternyata setelah 2 minggu keluar bunganya. Memang terbukti MaxiGrow ampuh, dahsyat.
  1. Cabai : Pohoncabaiumumnya hanya 12 – 15 petik saja. Bila agak bagusan bisa mencapai 20 kali petik. Dengan pupuk MaxiGrow panen bisa sampai 40 kali petik dan menjadi cabai anti keriting. Cabai (Lombok) di Lahan Gambut di Jl. Maduhara, Kel. Kereng Bangjirai, Palangkaraya tumbuh baik dan subur. Apalagi bila ditanam di lahan yang bukan yang tidak bergambut ? Ini faktanya, bukan buktinya !
  1. Caisim : Sayuran caisim ditanam di Sleman DIY, tumbuh besar, lebat dan segar.
  1. Genjer : Panen 10 hari lebih cepat, dan ketika BAB sempurna (hancur) tidak kembali genjer…dan rasa lebih lezat
  1. Jagung : Perakaran jagung, kokoh dan kuat. Dengan bonggol penuh berisi, satu tongkol jagung di Sumatera Utara besarnya bisa mencapai 1 kg dengan produksi 7 ton per hektar (vs yang sebelumnya 2 – 4 ton per hektar). Di lahan kering Sumbawa, pertumbuhan jagung tetap optimal.
  1. Jamur Tiram : Jamur yang sudah tidak produktif, setelah disemprot MG1 tumbuh lagi Biasanya cuma 1 pohon, kini muncul beberapa.
  1. Jati : Di Jawa Tengah, kebun jati usia 2 tahun sama besar dengan jati lain usia 5 tahun.
  2. Jeruk : Pohon JERUK usia 9 bulan di Kab. ROKAN HULU dan aplikasi MG1 tgl. 30/11/16 yang lalu, tanaman jeruk yang dapat MG1 daun-daunnya lebih hijau dan lebih tebal. Ini bukti nyata, bukan katanya !, “NS Thamrin – Palembang, 20/12/2016.
  1. Kacang Edamame : Kacang Jepang ini jadi lebih besar dari sebelumnya. Daunnya lebih hijau dan lebar, dan yang lebih menggembirakan besarnya kacang jadi merata. Luar biasa !
  1. Kangkung : Bisa panen 2 – 3 hari lebih cepat, dengan hasil berlipat.
  1. Karet : Pohon karet yang sudah tidak produktif di Kalimantan, kembali produktif setelah diberi pupuk hayati, dan di Lampung getah pohon karet produktif naik dua kali lipat !
  1. Kedelai : lebih sehat dan lebih tahan penyakit.
  2. Kopi dengan sistem Okulasi tanaman lama – tanaman muda dengan aplikasi MaxiGrow Produksi di Bireun Aceh, biji kopi tetap tinggi.
  1. Mangga : Bukti nyata lagi MG1. Pohon mangga di tanam dalam pot drum, baru 40 hari disemprot dan disiram dengan MG1 telah berbunga… Bukan katanya, tapi nyata !
  1. Melon : Menghasilkan buah yang memiliki ukuran yang sama. Itu menandakan pupuk hayatinya memaksimalkan nutrisi setiap tanaman. Lahan 1/4 hektar, sampai panen cuma butuh 3 liter Pupuk Hayati Maxigrow (YouTube : Melon dengan aplikasi pupuk Maxigrow)
  1. Nangka : Pohon nangka lebat sampai kebawah tanah
  1. Padi : Bebas gulma. Pada umur yang sama, malai padi sudah keluar merata. Pertumbuhannya optimal dengan bulir padi terisi penuh merata, dan siap panen seminggu lebih awal dimana padi tampak kuning merata. Panen PADI di Badung Bali, tembus 2.8 ton dari luas lahan hanya 3000 m2 setelah menggunakan Pupuk Maxigrow padahal sebelumnya tidak pernah terjadi paling tinggi hanya 2 ton saja.
  1. Pisang Ambon. Prof. Dr. Tajudin : Pisang Ambon lebih besar, lebih panjang, lebih legit dan lebih manis
  1. Horinso : Nanam horinso menggunakan Pupuk MaxiGrow itu bisa panen berkali-kali. Tidak mudah layu, daun segar dan lebih hijau, panen lebih cepat 3 – 5 hari, dan bisa panen berkali-kali. Hal ini sudah dibuktikan Pak Jaenudin.
  1. Rumput Gajah : Rumput di taman belakang rumah tumbuh lebih cepat, lebih hijau, lebih lebar, lebih tebal, lebih hijau dan lebih rapat.
  1. Sawi : Kebun Pak Jaelani (Bumi Jawa, Tegal) yang pakai MaxiGrow luar biasa subur, padahal tumpangsari dengan wortel. Yang cuma sawi dan tanpa tumpang sari dengan wortel malah kurus dan banyak dimakan hama. MaxiGrow memang dengan izin Alloh, faktanya dahsyat !
  1. Sayuran Kailan : Biasa panen 4 – 5 kali  panen. Dengan  menggunakan Pupuk MaxiGrow panen sayuran kailanjadi 11 kali, dan masih panen ! Petaninya asal Sarongge Cipanas Cianjur pun bingung, ngak tahu sampai kapan panennya selesai.
  1. Selada : Saat usia 1 minggu, sudah jelas perbedaan antara Selada yang tidak pakai MaxiGrow dengan yang pakai. Apalagi bila dilihat pada usia 2 minggu. Makin terlihat saja perbedaannya (Batu, Malang)
  1. Singkong : Memupuk jeruk pakai Maksigrow, di sampingnya ada singkong… Alhamdulillah terdampak juga ! Singkong jadi jauh lebih besar dan optimal.
  1. Terong : Berbuah lebat, padat dan optimal, serta lebih tahan terhadap penyakit.
  1. Timun : Besarnya timun saat panen timun di Palangkaraya nyaris besarnya 2 kali lipat.
  1. Timun Jepang : Di Desa Marga, Tabanan Bali, Timun Jepang sudah 6x petik dan lebih dari 1 ton hasil panennya. Luarbiasanya buahnya ngak habis-habis, yang sebelumnya tanpa MaxiGrow panen hanya antara 800 kg – 1 ton ! Aplikasi di lahan seluas 500 m2, usia 37 hari udah 2x petik dengan berat 600kg. Di kebun sendiri masih banyak yg belum di petik (YouTube : “Aplikasi MaxiGrow pada Timun Jepang”, Desa Marga, Tabanan Bali)
  1. Tomat : Tanaman tomat sangat bagus pertumbuhannya, umur 14 hari setelah tanam satu dua tanaman tomat muncul bunga denga ketinggian rata-rata 25 – 30 cm. Tomat tumbuh dengan sempurna dengan lebih maksimal, lebih cepat panen, dan lebih arbanyak panen. Pengalaman Pak Budi Sulistyo lain lagi, pohon TOMAT yang sudah hampir dicabut karena berbulan-bulan tidak berbunga, setelah disemprot MG1 sekarang berbunga dan berbuah cepat.
  1. Wortel : Wortel local dengan Aplikasi MaxiGrow Beuner Meriah – Aceh, tumbuh besar dan segar. “Penebaran benih wortel maxi dalam 3 hari sudah berkecambah. Biasanya 10 – 15 hari, “ Ir. Herri Gunawan, WAG MaxiGrow Indonesia 20/12/2016.
  1. DOC Ayam Pejantan mulai diaplikasi umur 30 hari dan saat panen penjarangan usia 45 hari naik 5,5 s/d 6 ons. Biasanya naik hanya maksimal 5 ons, padahal itu diaplikasikan hanya waktu 10 hari. (Ir. Herri Gunawan).
  1. Ayam Kampung : Non stop bertelurnya. “Pokoknya yang punya heran aja gitu”.
  1. Ayam kampung pedaging : Bobot badan tumbuh dengan signifikan. Sebelum menggunakan MG1 umur 120 hari berat 1,3 kg. Setelah memakai MG1 umur 90 hr udah mencapai 1,2 kg. Luar biasa MaxiGrow.
  1. Ayam Petelur : Baru 2 minggu pakai MG1, ayam bertelur sampai 95% (Informasi Hariadi – Testimoni di BOP Surabaya, Okt 2016)
  1. Anak Ayam : Alhamdulillah dengan MG1 anak ayam usia 12 hari kematiannya hanya 0,1 % dan alhamdulillah dihari ke-13 kematian 3 dari 1200 ekor. Terimakasih MG1 (MI : Trisnaherwandi)
  1. Kambing : Sesudah dikasih 1 minggu kambing 1 tahun Alhamdulillah ada perbedaan kenaikan 2 kg (Sansan Riswanto).
  1. Sapi : Tumbuh dengan cepat dan sehat, ditandai dengan bulu yang bersih dan mengkilat yang menandakan sapi tersebut sehat.
  1. Aquarium #1 : “Saya punya aquarium bundar di rumah. Kata orang, ikan mudah mati di aquarium bundar. Alhamdulillah ikannya pada genit dikasih MG1 pada pakannya. Padahal ukuran ikan variatif. Setelah diberi MG1 tidak ada yang mati ~ Arif Purwawinangun Aquarium #2. : Meskipun pupulasinya banyak, ikan tetap aktif dan lincah. Tidak ada yang loyo.. hehehe… ~ Andi Kuswandi ~
  1. Ikan : Dalam 100 hari : 1 kg 3 – 4 ekor, tanpa pakan pelet.
  1. Pembenihan Ikan Bawal : Panen biasanya 40 hari, ini panen umur 30 hari. Jadi 10 hari lebih cepat (MI: Ahyad). Itu artinya produktivitas waktu naik 25%. Sangat siginifikan !
  1. Pembenihan Ikan Mas : Hasilpembenihan ikan masjauh lebih banyak, ikan lebih berisi, warna lebih cerah dan tahan cuaca ekstrim
  1. Ikan Nila Merah : Usia Panen Burayak ke ukuran belo (2 – 3 cm) hanya 23 hari di Cibaraja Sukabumi dimana yang biasa 40 – 45 hari. Itu berarti 17 hari lebih cepat dan produktivitas naik setidaknya 42,5% (Testimoni Ir. Herri Gunawan)
  1. Ikan Patin : Pengembangbiakan Ikan Patin di kolam dapat dilihat. Ikan lebih cepat besar, ikan segar, panen cepat, dan panen melimpah. Ikan patin ditebar bulan Januari 2016 dengan ukuran 10 – 12 ekor / kg dan panen 21 Juni 2016 sudah berukuran 7 – 8 kg per ekornya.
  1. Ikan Sidat : Alhamdulillah,tidak ada sidat yang mati setelah dipindahkan ke kolam. Untuk tingkat pemulihan dan adaptasi dengan menggunakan MaxiGrow cukup efektif. Karena stress dalam perjalanan dan kadar CO di box yang meningkat yang biasanya dari 500 ekor ada 10-30 ekor yang mati sebelum pakai MG1. Selain itu, setelah beberapa hari kemudian, Alhamdulillah tingkat kematian masih 0%. Dan tingkat pertumbuhan meningkat sampai 40% dan memangkas waktu panen yang tadinya 1,5 – 2 tahun, Insya Allah diprediksi bisa sampai 7 – 10 bulan ! (MI : Cepy Lesmana)
  1. Ikan di Aquarium : Aplikasi untuk ikan di Aquariuam menjadikanikan lebih lincah dan air tidak bau (MI : Andi Kuswandi)
  1. Ikan di Kolam Terapung : 10 hari setelah tebar ikan, jumlah 250 kg per ekor 100 ekor, tiap hari mati antara 10 – 20 ekor. Setelah pakai MG1, baru 3 hari yang mati 0 (nol) ekor.
  1. Bibit Lele : Bibit Lele ukuran 1 liter isi 5000 ekor hanya ada 1 ekor yang mati, saat hujan besar. Biasanya akan banyak yang mati bila terkena hujan besar malam hari.
  1. Lele Bio Flok : Budidaya Ikan Lele dengan Sistem BioMaksi (Bioflok) bisa meningkatkan produksi hingga 105% dalam waku 3 bulan.
  1. Lele Sangkuriang : media kolam jadi kaya dengan pakan alami ikan (warna hijau pekat), tingkat kematian turun 0 – 5%, daging ikan lebih padat dan gurih (tidak berbau lumpur), pH air terkontrol, hemat pakan ikan 20 – 30%, dan FCR 8 – 9% (FCR/ Feed Convertion Ratio, adalah berapa banyak pakan (kg) yang diberikan untuk menghasilkan 1 kg daging ikan). Dalam satu bulan, lele sudah dapat dipanen. Hasilnya 40% lebih banyak dibanding cara konvensional. Tumbuh maksimal, hasil melimpah. Testimoni #2 – Budi Sulistyo : Penebaran lele sangkuriang sebanyak 500 ekor. Setelah 2 minggu hanya 1  ekor yang mati, itu pun karena diserang yang lain. Pertumbuhan berat badan >200%.
  1. Udang : Aplikasi MaxiGrow pada Udang umur 2,5 bulan sudah mencapai size 20-25 di Tarakan- Kaltim
  1. Septitank : Bio-Fertilizer MaxiGrow bisa digunakan untuk menguraikan tinja secara optimal, mengatasi bau dan kapasitas Septitank, sehingga meresap kedalam tanah dan mencegah pencemaran bakteri patongen (E-coli & Salmonella sp) pada sumber air. Sangat baik diaplikasikan di perumahan atau area pemukina yang padat, dimana jarak septic tank dengan sumber air telalu dekat !
  1. Penanganan Sampah : Sampah di berbagai kota besar adalah salah satu masalah sosial yang sulit ditangani. Padahal sampah ini sebenarnya punya nilai ekonomis yang tinggi. Pada skala kecil, limbah sampah rumah tangga atau tingkat ke-RW-an sebenarnya bisa ditangani dan hilang baunya kurang dari 2 hari dengan MaxiGrow, dan bisa dijadikan kompos yang bernilai jual yang cukup bernilai.

Agribisnis Berbasis Limbah Organik. Lebih jauh MaxiGrow dapat dikembangkan untuk membantu Agribisnis berbasis limbah organik. Baik limbah dari Pertanian, Industri Kelapa Sawit, Industri Pemintalan Benang, Industri Teh Botol, Industri Tebu, Limbah Organik Pasar, hingga Limbah Kasar Lontar (Gebana) bisa dijadikan kompos yang sangat potensial dan punya nilai jual yang tinggi.

Informasi ini akan terus nambah dan nambah lagi… Atau, bila penasaran silakan kontak saya atau silakan juga mengintip dengan ikut Komunitas Petani Pecinta Produk Hayati Organik “MaxiGrow Indonesia”.

Salam hangat, Agung MSG – 0813 2045 5598 – www.maxigrowindonesia.com

 

Informasi ini akan terus nambah dan nambah lagi… Atau, bila penasaran silakan kontak saya atau silakan juga mengintip dengan ikut Komunitas Petani Pecinta Produk Hayati Organik “MaxiGrow Indonesia”.