Teman-teman Petani Indonesia, artikel ini saya dapatkan dari komunitas Pengusaha Tanpa Riba dan Masyarakat Tanpa Riba. Sengaja saya share ini agar kita bisa menjadi Petani Pembelajar Indonesia yang bisa nyaman dan terus fokus pada usaha kita untuk mewujudkan swasembada pangan,  ketahanan pangan dan pada akhirnya kedaulatan pangan Indonesia. Tanpa diganggu dan dihantui masalah riba !

  • Pinjam modal buat beli bibit, pupuk atau lainnya ke bank atau rentenir dengan bunga riba
  • Hasil panen dibelikan rumah, kendaraan operasional dan alat mesin pertanian dengan cara kredit riba.
  • Berkumpul dan mewacanakan mendidikan koperasi riba
  • Dan lain-lain, dan lain sebagainya

RIBA DAN NERAKA

Katanya, dan memang ini sudah jadi faktanya dimana-mana bahwa hidup kita ini sesungguhnya sudah dikepung riba, namun kita tidak menyadarinya. Riba sendiri adalah semua utang yang menghasilkan manfaat itu riba. Jika utang 1000 & harus kembalikan 1.200 maka yang 200 itu RIBA.

Ingatlah saudaraku, bisnis itu bukan hanya tetang LABA-RUGI tapi sudah masuk perkara SURGA-NERAKA. Dan ketika pelaku riba selama sudah diingatkan bertahun-tahun, bangkrut dan dijewer beruntun tetep ngeyel…, itu bukan UJIAN tapi sudah jadi ADZAB !

Fatwa MUI no 1 th 2004 dengan sangat jelas menggambarkan bahwa HARAMNYA BUNGA dalam

  • Praktek bank
  • Lembaga pembiayaan / finance
  • Asuransi
  • Leasing
  • Pasar modal
  • Koperasi
  • Individual (rentenir).

MUI memang sudah mengharamkan sejak 2004, tapi kenapa masih ada ? Mungkin karena ulama tidak memegang kekuasan dan tidak ada tempat di TV untuk ustadz yang ahli fiqh muamalah.

ANCAMAN DOSA RIBA

“Rasululloh melaknat pemakan riba (rentenir), penyetor riba (nasabah), penulis transaksi (sekretaris) & 2 saksi yg menyaksikan. Mereka semuanya sama dlm dosa.” (HR. Muslim)

DILAKNAT OLEH RASULULLOH

  • Abu Hurairah: “Riba adalah 73 dosa, yg paling ringan berzina dg ibunya.” (HR. Ibn Majah)
  • “1 dirham riba yg dimakan dlm keadaan dia mengetahuinya lbh buruk drpd 36x berzina.”
  • “Siapapun yg memperbanyak hartanya dr riba maka ujung akhir urusannya adalah kemiskinan.” (HR. Ibnu majah 2365)
  • “Jauhi 7 perkara yg menghancurkan, salah satunya riba.”

SAYA TAKUT PADA ALLOH, itulah yang alasan berhijrah yang harus kita gunakan saat kita masih terjerat riba.

  1. Al Baqoroh 276 : “Alloh memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Alloh tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.”

Makin gemetarlah kita saat kita baca QS. Al Baqoroh 279 ini :

Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Alloh dan Rosul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.”

Ya, serius ini. Belum pernah Alloh menantang perang kecuali hanya kepada PELAKU RIBA. Wah, Allah koq ditantang perang ?!

KISAH MEREKA YG HIJRAH

“Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Alloh ‘Azza wa Jalla, kecuali Alloh akan menggantikannya bagimu dengan yang lebih baik bagimu.” (HR. Ahmad)

Rezeki bukan bagaimana kamu bekerja tapi bagaimana Alloh memberikannya.

Orang yang main riba seperti sakit gila. Bahkan seorang santri pun tidak bisa menghindari riba.Al Baqoroh 275 : “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Alloh telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Robbnya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Alloh. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”

BISAKAH HIDUP TANPA RIBA DI INDONESIA ?

“Akan datang suatu zaman dimana manusia memakan riba, dan yang tidak memakannya, mereka terkena debunya.” (HR. Ahmad dan an-Nasa`i)

Terbang bersama “Riba Air” sama saja dengan terbang membawa tujuan ke ujung kehancuran. Ya, sekali lagi hidup kita ini sebenarnya sedang DIKEPUNG RIBA :

  • Rumahnya KPR
  • Mobilnya leasing
  • Belanja pake KK (Kartu Kredit)
  • Liburan pake KTA (Kredit Tanpa Agunan)
  • Kerjanya di perbankan, koperasi, lembaga pembiayaan
  • Ikut asuransi

Kita selama ini telah menantang Alloh tapi ga mau sadar-sadar.

PRODUK RIBA

  • Kartu Kredit : KK walo dibayar lunas tetap ga boleh krn akadnya sdh riba (jika telat bayar kena denda)
  • Bunga Bank : Uang riba/bunga bank yg didapat hanya boleh utk sosial ?? perbaiki jalan kampung dll ga boleh utk sedekah.
  • Jual beli leasing : Harusnya Bank yg membeli kendaraan terus dijual ke nasabah. Tapi prakteknya bank hanya mewakili/perantara antara dealer & nasabah.
  • Asuransi : Asuransi ibaratnya seperti anjing yg menjilat ludahnya sendiri. Jaman nabi ada kejadian dl. Jika ada yg sakit para sahabat baru mengadakan urunan utk membantunya. Menurut ulama: Semua asuransi akadnya batil.

KOMPETISI SEMAKIN SENGIT

  • Ikuti aturan Alloh
  • Jangan jadi ngeyellers

LALU, APA SOLUSINYA ?

Ayo kita MELAWAN RIBA dimulai dari diri sendiri. Yang masih seneng leasing diingatkan: Hidup Tanpa utang itu enak. Bantu para dhuafa yg terlibat rentenir. Bank tidak mungkin ditutup tapi bisa dibenahi akad-akadnya.

Kita bisa lakukan INTROSPEKSI DIRI dengan mengatakan pada diri sendiri, “Apakah hidupku selama ini bermasalah?” Mungkin penyebabnya RIBA !

Tinggalkan riba Karena dosanya ngeRIBAnget. Taat pada Alloh, jangan menantang Alloh. Insya Allah keajaiban akan muncul satu per satu. Artinya, kita ikuti aturan Alloh, maka Alloh akan berikan jalan yang tak terduga.