Teknologi dan inovasi termasuk hal baru yang berkaitan dengan ide / gagasan, metode atau alat dapat mempermudah proses dalam budidaya pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan sampai penanganan pasca panen.

Penggunan mulsa pada budidaya bawang merah misalnya, ini memberikan berita segar bagi petani bawang merah untuk meningkatkan produktivitasnya.  Meski baru sebagian kecil petani bawang merah sudah menerapkannya mulsa pada tanaman bawang merah, namun di lapangan masih belum banyak petani bawang merah yang menerapkannya.

Penggunaan mulsa yang berwarna hitam perak ini pada bawang merah sebagaimana yang diulas di Trubus, Agustus 2017, setidaknya memberikan banyak keuntungan. Antara lain :

  1. Aplikasinya gampang. Per hektar ada 380.000 titik tanam dengan jarak antartanaman 15 cm X 15 cm, dan mulsa bisa dipakai hingga 3 kali musim tanam. Pada setiap titik tanam bisa diisi sebuah umbi bawang merah.
  1. Kelembaban tanah jadi terjaga.
  1. Lahan tidak terkena erosi ketika musim hujan, sehingga unsur hara tidak banyak tergerus hilang terbawa air hujan. Mulsa juga mecegahpupuk tercuci oleh air hujan sehingga penyerapan unsur hara oleh tanaman bisa lebih optimal.
  1. Menekan pertumbuhan gulma. Tanaman liar gulma yang bisa menyerap hampir 50% unsur hara, juga relatif bisa dikendalikan dengan adanya mulsa.
  1. Mulsa dapat mengurangi serangan hama dan penyakit. Pengendalian hama lebih mudah, karena pertumbuhan gulma dapat ditekan. Pertumbuhan gulma yang tak dapat dikendalikan dengan baik bisa membahayakan pada produktivitas tanaman, maklum kehadiran gulma ini bisa menjadi inang bagi hama dan penyakit tanaman bawang merah. Pada cara konvensional misalnya, biasanya dibutuhkan 15 tenaga kerja untuk pengendalian gulma yang lazimnya 3 kali hingga panen atau 60 hari pada lahan 1 hektare. Nah, berapa duit tuh yang bisa dihemat.
  1. Cepat tumbuh optimal dan bisa menaikkan produktivitas setidaknya 10%. Hasil panen bisa mencapai 15 ton per hektar.
  1. Memangkas atau meminimalkan kebutuhan tenaga kerja, khususnya saat pengendalian gulma.

Selain mulsa, penggunaan pupuk kandang yang sudah matang 3 hari atau seminggu sebelum tanam pun harus diperhatikan.  Dan penggunaan pupuk organik cair Maxigrow MG1 tentu saja tak boleh terlewatkan, alias wajib hukumnya. Kenapa, karena pada sebuah kasus, penggunaan pupuk organik cair MaxiGrow ini setidaknya bisa meningkatkan produktivitas 40%. Siungnya juga bisalebih banyak 8 siung lebih dan 52 gram umbi.

Jadi, 2 kunci utama peningkatan produktivitas budidaya tanaman bawang merah ini janganlah dilupakan. Pertama, penggunaan mulsa yang bisa meningkatkan produktivitas setidaknya 10%, dan kedua penggunaan pupuk organik cair Maxigrow MG1 yang bisa meningkatkan produktivitas hingga 40%.

Nah, serius… mau ? Informasi lebih lengkap mengenai pupuk hayati ini, silakan kontak saja : Agung MSG di whatsapp / SMS di : 0813 2045 5598.