Ada banyak masalah sebenarnya berkait dengan kegagalan-kegagalan yang dialami para pembudiaya lele organik. Dan setelah saya telusuri, sebagian diantaranya saya cantumkan dibawah ini, meski daftar kesalahan dan “dosa-dosa” yang sebenarnya jauh lebih panjang daripada yang saya tuliskan dibawah ini.

Yuk, kita lihat satu persatu masalahnya ya…

Mentalitas

  1. Belajar sendiri, tanpa coach. Atau belajar tanpa pernah ikut training.
  2. Kalau pun pernah ikut training, ia tak memiliki pembimbing yang mengarahkan dan membimbing hingga sukses dan mandiri. Terlampau mengandalkan mbah google, buku, medsos.
  3. Ikut training atau pelatihan yang tak jelas kualifikasi trainernya, apakah sudah disertifikasi atau belum. Sudah berpengalaman, terbukti dan teruji, atau belum.
  4. Buka kolam banyak, tanpa punya pengalaman
  5. Tidak fokus. Masih menjalankan bisnis lain atau mengerjakan project lain..
  6. Terlampau fokus ke hasil, panen dan duit, lupa ke detail, proses dan progres.
  7. Tak sabaran. Ingin langsung balap dengan Pedrosa, padahal sepeda roda 3 dan roda 2 pun masih belum seimbang !
  8. Terlampau gampangin proses budidaya lele organik, tanpa penguasaan materi dasar yang memadai.
  9. Takut gagal, takut memulai, atau trauma pernah gagal
  10. Mengejar kesempurnaan, bukan mengejar progres

Ikan Lele

  1. Benih yang tak sehat dan membawa penyakit
  2. Tak ada grading pada pemilihan bibit lele
  3. Bibit lele yang dioplos (kualitas bibit yang tak bagus)
  4. Tak ada pemeriksaan dan sampling rutin untuk mengecek kesehatan lele
  5. Terlambat mengatasi masalah kesehatan lele
  6. Jumlah pengurasan prosentasi lele yang tak sesuai SOP saat air terindikasikan bau.

Manajemen Air :

  1. Air yang tercemar : sumber air yang tidak ideal, pembakaran di lingkungan, pemberian makanan tambahan (roti, snack, kue, dll) dari pengunjung, atau kemasukan serangga kedalam air.
  2. Tidak mengetahui cara menstabilkan (menurunkan atau meningkatkan) pH Air
  3. Ketinggian air kurang dari tinggi ideal sesuai kapasitas air.
  4. Air kolam banyak mengandung alga merah
  5. Flock yang tidak tumbuh dengan baik
  6. Air asam dan amoniak yang tinggi dari sisa pakan dan kotoran yang tidak terurai dengan sempurna
  7. Tidak ada pengecekan kandungan logam berat, kadar ferum dan mangan pada air kolam
  8. Air yang tidak terkuras dengan sempurna atau kotoran yang tidak dibuang secara rutin.

Manajemen Pakan

  1. Pemberian makan yang terlalu banyak
  2. Ukuran pakan tidak tepat
  3. Kesalahan nutrisi pakan lele
  4. Kualitas pakan lele yang buruk
  5. Pakan yang tercemar dan tidak hihienis
  6. Pelet yang sudah kadaluarsa / basi
  7. Pelet yang disimpan di tempat yang lembab sehingga pelet rusak
  8. Pemberian pakan alternatif yang berupa jeroan atau ikan runcah secara terus menerus.
  9. Proses fermentasi pakan yang gagal.

Fasilitas dan Lingkungan :

  1. Suhu dan cuaca yang berubah ekstrim
  2. Lingkungan yang menimbulkan stress (berisik, getaran lalu lalang kendaraan, sorot lampu kendaraan di malam hari, dll)
  3. Terpal yang tak disterilisasi sebelum dipakai
  4. Tidak punya alat pengukur pH
  5. Pencahayaan kolam kurang dari 70%
  6. Tidak ada jaring penutup pengaman kolam
  7. Perlengkapan yang tidak hihienis dan tercemar. Serokan, ember air, dan perlengkapan lain yang juga digunakan untuk kolam yang lain.
  8. Pemilihan spesifikasi atap kolam lele yang salah
  9. Aerator yang tidak mencukupi pasokan udaranya atau letaknya yang tak sesuai SOP.
  10. Terkena air asam dari hujan.

Solusinya :

  1. Ikuti training yang diselenggarakan oleh MaksiPlus dengan trainer yang berkualifikasi dan bersertifikasi resmi dari MaksiPlus.
  2. Ikuti komunitas di WhatsApp Group “BioMaksi” atau LBM sesuai tempat pelatihan.
  3. Tetaplah berkomunikasi dan berkonsultasi dengan trainer dan para praktisi sukses budidaya lele organik BioMaksi.
  4. Lakukan temu darat dan buatlah komunitas bersama untuk membahas masalah yang dihadapi anggota dan komunitas.
  5. Jalankan budidaya lele organik sesuai SOP Budidaya Lele Organik Modern Sistem BioMaksi Teknologi MaxiGrow.

Semoga tulisan saya ini bermafaat adanya, sehingga kita bisa mensikapi dan mempersiapkannya dengan baik, benar dan efektif.