Pensiun itu adalah masa keemasan. Masa untuk menikmati dan meningkatkan kualitas hidup. Untuk lebih dekat dengan keluarga, dengan dengan cucu, mengisi hari tua dengan kegiatan yang lebih membahagiakan, dan tetap dapat berkegiatan produktif sambil lebih leluasa untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Kuasa.

Hanya saja, tidak sedikt orang yang bingung dengan pekerjaan dan statusnya. Kaum pekerja yang masih muda, banyak yang gigih tiada henti mencari peluang dan potensi usaha apa yang bisa dikerjakan lebih nyaman di rumah dan tetap menghasilkan.

Ada juga yang sudah lama bosan jauh dengan keluarga terus menerus. Ada rasa ketidaknyamanan dan dosa, meninggalkan anak-istri nun jauh disana, dan tak bisa memperhatikan moment-moment emas perkembangan anaknya dari waktu ke waktu, dengan kuaiitas waktu yang jauh lebih ternikmati dan bermakna bagi keluarga yang tercinta.

Perasaan ini jelas sering mengganggu bagi pekerja yang bekerja di luar negeri, diluar pulau, atau diluar propinsi juga diluar kota yang tak bisa ulang-alik sesering yang ia inginkan. Pertemuan dengan keluarga hanya di grup wa saja, tatap muka hanya di video call saja. Sebuah pemandangan yang sebenarnya ingin dihindarkan.

Selain dialami oleh pekerja yang jauh dari keluarga, masalah pensiun ini juga bisa dialami orang pekerja yang sudah jenuh dengan pekerjaannya. Rasanya perlu udara segar dan tambahan oksigen di dada dan di kepalanya. Pekerjaan yang sekarang ini terlalu menyita waktu dan memberikan tekanan berlebih dari waktu ke waktu seiring komtetisi yang sangat tinggi, ketat, menekan dan butuh terobosan dan inovasi. Shifting, Disruption, gelombang perubahan acak, tak berbentuk dan seketika, sebagaimana yang digambarkan jelas oleh Rhenald Kasli, kini melanda di berbagai kalangan profesi dan industri. Kondisi ini jelas banyak membuat orang kebingungan dengan arah dan langkah seperti apa yang harus diambil kedepan.

Bagi yang mau pensiun, mereka juga bingung. Kompetensi dan bekal apa yang harus dipersiapkan kalau nanti sudah pensiun. Mereka pun tak yakin, apa punya keyakinan dan keberanian untuk beralih pekerjaan sekarang. Kalau pun menunggu pensiun, isian waktu yang produktif itu mau diisi dengan apa ?

Bagi yang sudah pensiun pun sama, banyak yang berpikir : usaha apa yang bagus dikerjakan saat ini. Yang bisa dikerjakan di rumah, tak banyak menyita energi, dan hasilnya cukup bagus untuk dinkmati keluarga.

Jawabannya ada, yaitu harus sesuai dengan preferensi-psikologis diri kita sendiri. Jadi tidak semata harus sesuai bakat dan hobby kita. Untuk masalah ini, kita bisa membahasnya di Seminar Pensiunpreneur yang sudah kami gulirkan di berbagai lembaga dan institusi.

Namun kalau ingin simpel dan cepat, dan memilh mau menggeluti Budidaya Lele Organik Modern dengan Sistem Flock Culture System, silakan kontak saja : Agung MSG di : 0813 2045 5598.

Dan mari kita saksikan semua teman-teman yang sudah pensiun dini dan menikmati pensiun dengan budidaya lele organik FCS dengan Maxigrow Indonesia. Sebagai penutup, berturut-turut saya berikan 4 video dariĀ  Mahasiswa Digital E-Flock : 2 anak muda Mas Dodi dan Mas Faizin yang pensiun dini, dan 2 video lain Pak Sadi dan Pak Salim yang menikmati masa pensiunannya yang indah.

Semoga info dan tayangan ini memberikan inspirasi buat Sahabat Hebat Maxigrow Indoneia.