JUalan kolam bundar bioflok, kini marak dimana-mana. Ada yang bagus, awet dan terpercaya, ada juga yang jualannya berkualitas rendah alias abal-abal.

Apa saja ciri-ciri jualan mereka yang abal-abal itu ?

1. Mereka lebih jor-joran jualan hanya mengandalkan atau lebih mengandalkan jualan di media sosial (instatagram, facebook, whatsapp group, telegram, dll). Atau juga di blog gratisan seperti di wordpress.com atau di blogspot.com.

2. Merk terpal kolam yang digunakan nampak merk yang ternama, namun sebenarnya adalah merk ternama yang tidak asli, daur ulang dari sisa-sisa potongan atau menang benar-benar palsu. Pembuat kolam mengambil dari sumber (supplier) yang asal, yang penting bisa beli murah dengan harga “grosir”.

3. Tidak ada lipatan kolam yang cukup dipinggir atas luar kolam. Ukuran terpal kolam nampak pas hampir sama dengan tinggi kolam. Tentu saja dengan ukuran yang ngepas ini, maka kekuatan kolam tak akan lebih lama.

4. Ada rembesan di hampir semua sisi kolam yang terlihat dari bulir-bulir halus di dinding luar kolam. Ini disebabkan bahan kolam bundar yang tidak semi karet. Atau menggunakan daur ulang dari sisa-sisa potongan karpet kolam yang didaur ulang sehingga kualitas karpet kolam jadi sangat diragukan.

5. Besi wiremesh mengggunakan besi 5 mm. Besi ini ukuran ini biasanya kurang tahan lama, sehingga nilai penyusutan kolam bisa jadi lebih besar.

6. Besi wiremesh tidak di cat. Kalau pun di cat, pengecatannya nampak asal-asalan dan tidak rapih dan tebal. Tidak nampak hasil dua kali pengecatan.

7. Sambungan wiremesh yang tidak rapih, dan diikat dengan kawat kecil yang mudah korosif.

8. Karpet talang berkualitas rendah dari bahan yang mudah lapuk dan tipis. Karpet talang ini harus menggunakan karpet yang bagus, kuat dan mampu menahan bebna hingga 3 ton untuk kolam diameter D2.

9. Saluran pembuangan yang tidak standar.

10. Pipa berkualitas rendah biasanya mudah retak dan pecah. Karenanya, gunakan pipa yang berkualitas bagus, kuat dan tahan lama.

11. Pompa aerator yang tidak sesuai dengan jumlah kubikasi air yang akan diaerasi, atau menggunakan pompa aerator berkualitas rendah.

Nah teman-teman, itulah beberapa hal yang paling banyak kami temukan di lapangan. Kesalahan pemilihan bahan dan kualitas kolam yang rendah, tentu saja pada akhirnya akan merugikan pembudidaya lele. Seperti kasus kebocoran kolam, atau kolam yang tiba-tiba mudah rusak terpalnya pada bulan ke-8, hingga jebolnya konstruksi kolam bundar yang dipakai.

Untuk informasi lebih lanjut dan teman-teman membutuhkan Kolam Bundar Standar Nasional BioMaksi, silakan kontak saja :

Agung MSG – Warwhouse Maxigrow Indonesia, Jl. Prof. Moch Yamin No. 92 Sayang Cianjur. Kontak : 0813 2045 5598 (WhatsApp, Telegram, Call, SMS).