Serius mau investasi Agribisnis ?

Tak ada salahnya, yuk kita ketahui terlebih dahulu 10 parameter investasi yang aman di Agribisnis :

  1. Kedepankan prinsip kehati-hatian dan logika, dan jangan mudah tergoda angka-angka. Baik itu angka proyeksi keuntungan, kentungan bersih minimal, atau apa pun istilahnya termasuk bagi hasil yang menggiurkan dalam jangka pendek. Silakan lihat faktor risiko investasi lainnya.
  1. Jangan tergoda jabatan dan jajaran manajemen yang ada didalamnya (Profesor, Dr, Ir, haji, Ketua / Kepala lembaga tinggi tertentu, lembaga keagamaan atau direktur sebuah perusahaan besar, atau nama besar lainnya). Lihatlah dari sisi bisnis, profesionalisme dan kebermanfaatannya.
  1. Adakah perizinannya dan apakah perizinannya sudah lengkap ? Dari instansi / departemen apa saja yang harus terlibat di industri / investasi usaha itu ?
  1. Sebaiknya investor turut terlibat dalam proses produksi, tidak 100% jadi investor murni. Bila bentuk usaha investasi itu baru mulai, nah ini berarti kita harus terlibat 100% dan membangun bersama.
  1. Sudah berapa lama punya jam terbang ? Sebaiknya pilih yang sudah punya minimal 10.000 jam terbang di bidang investasi itu, atau sudah mempunyai 5 tahun pengalaman di bidangnya. Atau sudah menunjukkan setidaknya 4 kali produksi berturut-turut dengan hasil yang sangat signifikan ?

Bila pertanyaan-pertanyaan ini tak terjawab dengan baik dan lengkap, saran saya ya tunggu saja atau cari bentuk investasi lain. Jangan mudah percaya bila usahanya baru atau akan dimulai, belum punya sistem yang terintegrasi, proses bisnis yang jelas, dan SOP yang memadai.

  1. Sudahkah usaha itu mempunyai jumlah tenaga ahli tetap dan dengan jumlah yang memadai ? Bukan hanya punya ahli yang ternyata ahli yang bersangkutan hanya sebatas konsultan dan bukan tenaga ahli tetap. Jadi, kita harus berani bertanya : Berapa jumlah ahli tetap harian yang incharge disini ? Juga bukan cuma fasilitas yang lengkap, area investasi yang luas atau gedung yang tinggi yang kadang itu menyilaukan cara berpikir kita.
  1. Apakah kita sudah melakukan riset kita sendiri pada bidang dimana kita akan menginvestasikan dana kita ? Sudahkah kita melakukan cross-check dengan para pemerhati atau ahli di bidang investasi yang akan kita geluti itu ?
  1. Ketahui karakter bisnisnnya, ketahui risikonya, dan ketahui perhitungan imbal hasilnya. Bila kita belum mengenal betul karakter bisnisnya, belum mengetahui apa saja factor risikonya, bisa jadi itu bukan invesasi yang cocok buat kita.
  1. Apakah 8 pertanyaan diatas dapat dijawab dengan cepat, lengkap dan terang benderang ? Dengan skala 100, berapa persenkah kita yakin akan memutuskan hal itu ? Satukan pengalaman kita dan para praktisi yang kita tanyai, logika kita, hati kecil kita, dan imajinasi (dampak kedepan) bila kita akan memutuskan sesuatu. Sudahkah nilainya diatas 90%
  1. Tanyakan pada hati kecil kita, karena bila ragu : Ya, tinggalkan saja !

Sepuluh parameter diatas saya sarikan dari pengalaman saya di bidang manajemen risiko pada sebuah perusahaan go public. Silakan Anda bisa lengkapi dengan parameter lain. Namun, hemat saya, 10 parameter diatas sudah cukup mewakili rasanya untuk mengantisipasi potensi kerugian yang bisa terjadi di masa yang akan datang.

Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat adanya buat teman-teman.