Pertanyaan ini seringkali saya terima saat saya bertemu dengan petani di berbagai daerah. Iya, pertanyaannya sederha : “Saya harus nanem apa ya Pak, yang bagus ditanam di sini ?”

Uniknya, kalau tidak mau dikatakan aneh, pertanyaan ini justru keluar dari orang yang mengaku sebagai petani puluhan tahun dengan segala pengalaman asam-garamnya.

Lalu, salahnya ada dimana ?

Oh, tidak ada yang salah dengan pertanyaan itu. Itu hanya menggambarkan yang bersangkutan kurang sungguh-sungguh untuk mengabdikan dirinya sebagai petani. Kalau pun petani itu sudah sungguh-sungguh, bisa jadi dia kurang efektif dimana dia harus mencari informasi yang tepat untuk lahan yang punya nilai ekonomis yang tinggi.

Nah, lalu bagaimana solusinya ? Ini yang saya tawarkan :

PERTAMA, lihatlah di daerah mana kita tinggal.

Menurut  Junghuhn, seorang naturalis, doktor, botanikus, geolog dan pengarang berkebangsaan Jerman (lalu Belanda), ia membagi wilayah Indonesia dengan 4 iklim menurut daerah ketinggian

Zona Ilkim Panas. Ketinggian tempat antara 0 – 600 m dari permukaan laut. Suhu 26,3° – 22°C. Tanamannya seperti padi, jagung, kopi, tembakau, tebu, karet, kelapa, dan cokelat.

Zona Ilkim Sedang. Ketinggian tempat 600 – 1500 m dari permukaan laut. Suhu 22° -17,1°C. Di ketinggian 600 – 1000 : Coklat, Kopi, Kina, Teh, Sayuran dan Padi. Sedangkan untuk ketinggian 1000 – 1500 yang beriklim sedang tanamannya seperti tembakau, jagung, kapuk dan coklat.

Zona Iklim Sejuk. Ketinggian tempat 1500 – 2500 m dari permukaan laut. Suhu 17,1° – 11,1°C. Tanamanya seperti hutan tanaman industri, teh, kopi, kina, kakao, dan sayur-sayuran.

Zona Iklim Dingin. Ketinggian tempat lebih dari 2500 m dari permukaan laut. Suhu 11,1° – 6,2°C. Hampir tidak ada tanaman budidaya, kecuali sejenis lumut.

iklim-menurut-junghunhn

KEDUA, tanyakan ke Dinas Pertanian setempat. Apa yang sedang trend sekarang dan apakah sesuai dengan ketinggian, iklim, kemiringan lahan, dan jenis tanah yang ada. Tapi, langkah ini saja tidak cukup. Silakan cross check di dunia maya, jangan di alam gaib.

KETIGA, intip trend hortikultura dan komoditas pertanian apa yang sekarang di pasaran sedang hots ?

Silakan akses majalah-majalah pertanian terkemuka, atau buka link ini : Informasi Terpercaya untuk Petani Pembelajar Indonesia.

KEEMPAT, lakuan survey lapangan. Tanyakan setidaknya pada sumber-sumber terpercaya yang mendalami bidang akan akan Anda geluti. Bila memungkinkan cari pada 4 sumber terpercaya yang sudah berhasil dan terbukti melakukan itu setidaknya selama 2 masa tanam. Atau setidaknya dua kali panen dan berhasil terus.

KELIMA, ikuti kata hati. Satukan semua pengalaman Anda, ilmu dan wawasan Anda, imajinasi Anda bila ini kita action-kan hasinya akan bagaimana, dan hati kecil Anda.

KEENAM, Action. Bagaimana kita akan berhasil kalau kita tidak coba dan action. Kalau udah action mah pasti kita akan mengamankan apa yang sudah kita investasikan : uang, waktu, pikiran dan tenaga kita.

KETUJUH, perbaiki semua prosesnya. Mulai dari cara pemilihan bibit, perawatan, penanggulangan hama dan penyakit tanaman, penanganan pasca panen hingga pemasaran.

Wuih, ilmu pertanian itu sungguh luas dan komples. Tapi kita bisa sederhanakan semua itu bila kita belajar langsung dari masternya, langsung dari ahlinya. Ya, dari praktisi suksesnya. Sehingga kita tidak perlu melakukan kesalahan yang sama dan bisa belajar langkah demi langkah sesuai prosedur yang baik yang sudah terbukti sukses dilakukan oleh sang master. Tinggal dekati dan mintalah ke sang master bahwa kita akan berguru dan minta di coach sampai berhasil.

Lalu, bagaimana kalau sang master menolak dan tidak mau berbagi ilmunya ? Jangan begitu, sudah dicoba belum mendekati dan kontak dengan sang master ?

Kalau pun “sang master” nyata-nyata tak mau berbagi hanya karena takut tersaingi atau karena alasan lain, ya biarin aja. Cari yang benar-benar master. Sang master asli mah – seperti Pak Amal Alghozali atau almarhum Oom Bob Sadino. Mereka bukanlah orang pelit, namun beliau justru senang berbagi dimana pun dan dalam kesempatan apa pun.

KEDELAPAN. Gabunglah dengan asosiasi petani, gapoktan, grup sejenis di media sosial, atau ya minimal di WhatsApp Group (WAG) “MaxiGrow Indonesia”. Silakan bila mau gabung kontak saya Agung MSG : 0813 2045 5598.

KESEMBILAN. Doa dan terus dekatlah dengan Allah Yang Maha Menggenggam segalanya.

Nah, udah ya. Jangan panjang-panjang. Ayo kita mulai action lagi. Semangat dan sukses akan senantiasa menyertai. Aamiin ya robbal alamin.