Jamur tiram atau jamur kayu adalah  yang bentuknya menyerupai kulit tiram, berwarna putih dan berbentuk setengah lingkaran, bagi ibu rumah tangga sepert Ibu Muji bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif usaha rumahan.

“Asalnya ada lahan kosong. Mau ditanami, rasanya perlu tenaga ekstra buat saya mengerjakannya. Padahal saya inginnya tidak banyak tenaga di usia saya yang anak-anak sudah pada besar. Akhirnya saya dan bapak buat kumbung (rumah jamur) di pinggir sungai besar biar agak lembab. Ada 25.000 baglog sekarang”, katanya panjang lebar.

Alhasil, “Dari budidaya jamur tiram ini, yang dikerjakan setelah beres-beres rumah, ternyata lumayan juga hasilnya sebagai tambahan uang belanja”, kata Bu Muji menambahkan.

Temperatur suhu ruangan yang baik untuk pembibitan atau pertumbuhan spora berkisar pada suhu antara 23-28 °C,  sedangkan saat mulai tumbuh buahnya diperlukan temperature suhu dengan kisaran 13-15 °C. Faktor suhu temperatur, faktor Kelembapan, sinar (pencahayaan), pasokan oksigen, hingga derajat keasaman (pH), adalah beberapa factor penting yang harus diperhatikan karena bisa  berpengaruh pada produktivitas hasil panen jamur tiram.

Bila ditekuni serius, budidaya jamur tiram bagi ibu rumah tangga cukuplah menjanjikan. Sambil mengurus rumah dan anak-anak, juga bisa menjaga usaha piliha alternative usaha yang bisa disetup dengan skala rumahan ini.

Syukur Alhamdulillah, dengan diaplikasikannya maxigrow pada jamur tiram, hasilnya sangat menggembirakan. “Ini masih uji coba pertama kali. Hasilnya bagus, jamur tiram jadi super. Lebih tebal dan lebih putih”, kata Bu Muji dengan senyum penuh kebahagiaan..

Alhamdulllah, dahsyat !

Dan luarbiasanya, kedahsyatan ini juga dirasakan oleh petani jamur lainnya, Pak Asep dari Bandung dan Pak Dedy pembudidaya jamur dari Majalengka.