Dedey Suyerman sudah lama meneliti budidaya jamur. Beliau tidak sendiri, beliau juga seringkali bertukar informasi dan pengalaman dengan berbagai profesor dari berbagai universitas dan lembaga penelitian di Indonesa mengenai budidaya jamur ini, termasuk budidaya jamur dengan memanfaatkan limbah sagu.

Yang mengejutkan, “Selama 12 tahun budidaya jamur, belum pernah saya mendapatkan hasil seperti ini”, katanya senang dan bangga.”. Lebih jauh Pak Dedy menyampaikan panjang lebar :

  1. Suhu ruang jadi panas. Jamur yang bisa dipanen jadi jebih banyak. Naik sekitar 200%.
  2. Setelah 10 hari inkubasi, panen bisa setiap hari. Sebelumnya panen paling kuat 5 hari, lalu berhenti 3 hari, dan panen lagi bila jalan, bila masih ada. Nah sekarang hasilnya luar biasa, ini hari ke-11 masih panen. Ini juga semua rak penuh. Hasil jamur jadi super semua.
  3. Munculnya bayi jamur (pinhea) lebih banyak dua kali lipat.
  4. Lebih mudah mempertahankan suhu panas, yang mana suhu panas ini sangat diperlukan dalam pemeliharaan jamur dalam kisaran suhu 30 s/d 32 derajat Celcius.

Rencana kedepan, dengan hasil Jamur Super MaxiGrow yang bagus ini, Pak Dedy akan membuat KPOJ atau Kubung Pupuk Organik Jamur. KPOJ berfungsi sebagai :

  1. Produksi jamur
  2. Pabrik pakan ternak
  3. Pabrik pakan ikan
  4. Sebagai pupuk organik yang sudah diberi MaxiGrow MG1. Limbah jamur adalah juga pupuk organik yang bagus.

Namun dari semua itu, yang paling membahagiakan Pak Dedi adalah, “Hasil jamur jadi super semua, naik 200%, “tegasnya.

Cerita yang unik, juga muncul dari Pak Asep Syamsuri, karyawan BUMN PT INTI Persero Bandung. Jamur Tiram yang sudah tidak berproduksi lagi, dan nyaris semula semuanya mau ia buang, iseng-iseng ia siram dengan MaxiGrow. Hasilnya, muncul beberapa. Biasanya sih hanya satu.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Ibu Muji yang mengakui bahwa setelah diberi Maxigrow, jamurnya jadi wow !

MaxiGrow memang ruar biasa !