Seorang sahabat di Jawa Timur pernah mengeluh kepada saya, gimana mau memenuhi ekspor ke Jepang, Vietnam dan Korea Selatan, “Kalau untuk Surabaya saja saya sendiri belum bisa memenuhinya…”, keluhnya.

Ya, lele kini jadi kian primadona. Bahkan ada yang meyakini gizi ikan lele ini (selain ikan gabus dan ikan kembung) memiliki gizi yang tinggi dibandingkan dengan ikan salmon. Primadona ikan lele ini juga bisa dilihat dari makin banyaknya varian menu kuliner yang berbasiskan bahan ikan lele segar organik. Tak kurang sekarang ini ada “2.285 resep ikan lele enak dan sederhana” versi Cookpad.

Karena konsumsi terhadap ikan lele inilah, kini KKP mendorong penuh perluasan ekspor ikan lele. Ya, diakui : lele jadi potensi ekspor Indonesia. Disisi lain, FAO sebagai organisasi pangan PBB, sudah lama mencatat bahwa pertumbuhan kebutuhan ikan dunia melebihi pertumbuhan populasi penduduk dunia. Itu menjadi peluang mendorong peningkatan produksi lele nasional.

Lalu apa yang bisa dilakukan oleh para pembudidya lele organik ini ?

Langkah pertama kita buat kolam lele dalam jumlah yang banyak, lalu kita berkomunitas. Dengan berkomunitas, maka kendali pembelian harga pakan, penjualan hasil produksi dan pengaturan produksi bisa diatur sedermikian rupa oleh dan bersama komunitas.

Lebih jauh kita perlu mendorong strategi pengembangan industri budidaya lele ini berkelanjutan, terkoordinasi dan bersatu dalam satu komunitas yang kuat. Lebih jauh kita pun perlu menggenjot produksi guna mencukupi kebutuhan konsumsi ikan lele di dalam negeri. Dan dengan bersamaan waktu itu, kita pun perlu untuk memperluas akses pasar ekspor ke beberapa negara yang saat ini mulai terbuka lebar utamanya ke Uni Eropa dan Timur Tengah

Strategi yang bisa kita lakukan adalah :

  1. Mensosialisasikan fakta, potensi dan prospek lele ke masyarakat perikanan, khususnya yang tertarik pada komoditi ikan lele.
  1. Memberikan pelatihan dan pendampingan harian bagi para pembudiyaya untuk mulai memproduksi lele organik yang baik, dan benar.
  1. Mengembangkan skala usaha budidaya menjadi industri dengan teknologi berkelanjutan secara holistik melalui pengembangan industri perbenihan, sistem produksi pembesaran, pengembangan input produksi lebih efisien, pakan mandiri dan industri pengolahan ikan. Termasuk didalamnya menerapkan teknologi ultrafine micro bubble generator yang mampu meningkatkan kelulushidupan dan produktivitas secara signifikan.
  1. Meningkatkan daya saing produk berorientasi ekspor, antara lain dengan standarisasi teknologi dan sertifikasi CBIB
  1. Mendorong efisiensi produksi utamanya bagaimana pembudidaya mendapatkan akses input produksi yang efisien.

Untuk mewujudkan itu, MaxigrowIndoensia.com selama ini sudah banyak membantu para pembudidaya lele di seluruh Indonesia. Baik itu melalui public training, private training juga melalui online training.

Untu inforasi lebih lengkap mengenai pelatihan lele ini, silakan kontak saja

Agung MSG – Warehouse MaxiGrow Indonesia, Jl. Moch. Yamin No. 92 Sayang, Cianjur, HP 0813 2045 5598 (WhatsApp / Telegram).