Banyak daerah di Indonesia kini kesulitan tenaga kerja untuk proses produksi pertanian. Bekerja di sektor pertanian pada banyak daerah juga tak mengundang minat yang serius. Padahal potensi dan prospek dunia pertanian di Indonesia, menurut Mc Kensey Global Insitute bisa mencapai Rp 6000 triliun. Sebuah potensi yang luar biasa yang bisa menyumbangkan salah satu solusi bagi perekonomian nasional yang masih terbebani utang luar negeri yang begitu besar.

Nah kembali pada masalah tenaga kerja yang dibutuhkan di sektor pertanian, teknologi dan mekanisasi di dunia pertanian sudah menjadi tuntutan mendesak bagi kita semua. Salah satu dari teknologi itu adalah Drone atau pesawat tanpa awak.

Drone bisa digunakan untu penyemprotan pestisida nabati di lahan pertanian. Lahan 1 hektare bisa disemprot tidak lebih dari 30 menit. Titik dan rute penyemprotannya dipandu oleh GPS.

Selain bisa jadi solusi masalah kelangkaan tenaga kerja di dunia pertania, juga bisa menghemat biaya operasional. Drone ini bisa menyemprot lahan pertanian 1 ha 6 kali lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan tenaga kerja manual. Efektifitas penyemprotannya pun bisa lebih presisi. Plus penggunaan penyemprotannya 30% lebih hemat, dibandingkan dengan penyemprotan dengan cara manual.

Nah, saatnya kita mempertimbangkan kembali inovasi teknologi ramah lingkungan di dunia pertanian ini.

Hanya saja, apa pun teknologi yang digunakan, 55% keberhasilan panen itu berasal dari penggunaan pupuk yang tepat. Dan saya sangat meyakini, pupuk organik cair Maxigrow MG1 adalah pupuk organik cair terbaik di Indonesia. Namun tak hanya sebagai pupuk cair organik terbaik, MaxiGrow juga berfungsi sebagai pupuk hayati yang bisa digunakan untuk perikanan dan peternakan..

Informasi lebih lengkap mengenai MaxiGrow ini, silakan kontak : Agung MSG – 0813 2045 5598 (SMS / WhatsApp).