Sertifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) dari KKP dimaksudkan untuk menjamin mutu produk perikanan budidaya, yang aman dikonsumsi, memperhatikan aspek kelestarian lingkungan, kesehatan dan kenyamanan ikan serta sosial ekonomi, dalam proses produksinya.

CBIB dimaksudkan untuk meningkatkan daya saing tinggi di pasar global sekaligus juga untuk meningkat serapannya di pasar local, juga untuk mewujudkan para pembudidaya lele menjadi Masyarakat Perikanan Budidaya yang Mandiri, Berdaya Saing dan Berkelanjutan

Aspek yang dipersyaratkan :

  1. Food Safety
  2. Animal Welfare
  3. Sustainability
  4. Social Impact

Sertifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) dari KKP dimaksudkan untuk menjamin mutu produk perikanan budidaya, yang aman dikonsumsi, memperhatikan aspek kelestarian lingkungan, kesehatan dan kenyamanan ikan serta sosial ekonomi, dalam proses produksinya.

CBIB dimaksudkan untuk meningkatkan daya saing tinggi di pasar global sekaligus juga untuk meningkat serapannya di pasar local, juga untuk mewujudkan para pembudidaya lele menjadi Masyarakat Perikanan Budidaya yang Mandiri, Berdaya Saing dan Berkelanjutan

Aspek yang dipersyaratkan :

  1. Food Safety
  2. Animal Welfare
  3. Sustainability
  4. Social Impact

Kita bisa meminta informasi proses sertifikasi itu ke KKP dan meminta pembinaan bagi pembudidaya dari petugas yang terkait. Sedangkan penerapan prinsip-prinsip CBIB di unit pembudidayaan ikan akan dilanjutkan dengan penilaian kesesuaian.

CBIB merupakan bagian dari Pengendalian Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan yang diterapkan KKP yang pengujiannya bila tak salah tak hanya pengujian di laboratorium saja, namun juga melalui penerapan CBIB sejak pra produksi sampai dengan pasca produksi

Bila sudah punya CBIB maka kita pun jualannya enak dan bisa layak ekspor. Untuk pasar sekitar Entikong misalnya, harga eceran bisa mencapai Rp. 30.000 – 32.000 per kg dimana sebagian pembelinya adalah warga negara Malaysia. Dan berita baiknya, sepengetahuan saya sertifikasi CBIB dari propinsi itu sifatnya masih pembinaan dan tanpa dipungut biaya. Silakan kontak saja Dirjen Perikanan Budidaya di (021) 351 9070 atau di KKP Propinsi.

Semoga informasi ini bermanfaat adanya.

Salam Budidaya Biomaksi.

Persyaratan Pemohon

Pembudidaya dapat mengajukan permohonan sertifikasi CBIB dengan mengirimkan formulir aplikasi, dilampiri dokumen sebagai berikut :

  1. Foto copi SIUP atau TPUPI;
  2. Data umum unit usaha pembesaran;
  3. Daftar catatan/rekaman;
  4. Struktur organisasi dan tanggung jawab;
  5. Daftar fasilitas (sarana dan prasarana);
  6. Jumlah dan pendidikan tenaga kerja
  7. Gambar layout bangunan & unit usaha budidaya

Penilaian Kesesuaian

Setelah dokumen permohonan dinilai memenuhi syarat maka penilaian lapangan dapat dilaksanakan dengan metode:

Wawancara

Peninjauan kondisi lapang (wadah budidaya, gudang, saluran air, dll) serta operasional tambak disesuaikan Prosedur Operasional Standar (POS)

Pemeriksaan dokumen/ catatan kegiatan yang dimiliki unit pembesaran ikan.

Dokumen yang harus dimiliki unit usaha budidaya terdiri dari:

  1. Prosedur Operasional Standar (POS)

Merupakan standar metode pelaksanaan kegiatan di lapangan, yang digunakan sebagai pedoman bagi pelaksana kegiatan lapangan.

POS dapat terdiri dari :

– persiapan wadah

– pengolahan kualitas air

– penebaran benih

– pemberian pakan

– pemantauan kesehatan ikan

– pemakaian bahan kimia/biologi

– penyimpanan bahan kimia/biologi

– pengelolaan & penyimpanan pakan

– pengelolaan&penyimpanan peralatan

– persiapan panen, panen & pasca panen

– tindakan perbaikan, pengawasan pencatatan

  1. Dokumen pencatatan/rekaman kegiatan

Merupakan dokumen yang berisi catatan kegiatan lapangan yang merekam semua informasi penting yang dibutuhkan, per wadah budidaya per proses produksi.

Rekaman disesuaikan kebutuhan tiap unit pembesaran, dan dapat terdiri dari:

– Benih (jumlah, hatcheri, hasil uji, tanggal tebar)

– Pakan (jumlah/jam/hari, jenis, produsen, batch)

– Kualitas air (DO, pH, Salinitas, Nitrat, Nitrit, plankton, dll)

– Penggunaan bahan kimia dan bahan biologi

– Rekaman kejadian penyakit ikan

– Rekaman panen (tanggal, jumlah, pembeli)

 

Persyaratan penilaian kesesuaian meliputi :

  1. Lokasi
  2. Suplai air
  3. Tata Letak dan desain
  4. Kebersihan Fasilitas dan Perlengkapan
  5. Persiapan wadah budidaya
  6. Pengelolaan Air
  7. Penggunaan Benih
  8. Penggunaan Pakan
  9. Penggunaan bahan kimia, bahan biologi dan obat ikan
  10. Penggunaan es dan air
  11. Panen
  12. Penanganan Hasil
  13. Pengangkutan
  14. Pembuangan Limbah
  15. Pencatatan
  16. Tindakan Perbaikan
  17. Pelatihan
  18. Kebersihan Personil

Tingkat Kelulusannya ada kategori Sangat Baik / Baik / Cukup / Tidak Lulus.

Penerbitan Sertifikat. Sertifikat CBIB akan diterbitkan oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya berdasarkan rekomendasi Komisi Aproval. Jangka waktu berlakunya Sertifikat bergantung pada tingkat kelulusan unit pembesaran, yaitu :

  1. Tingkat I : 3 (tiga) tahun sejak tanggal penerbitan
  2. Tingkat II : 2 (dua) tahun sejak tanggal penerbitan
  3. Tingkat III : 1 (satu) tahun sejak tanggal penerbitan
  4. Tingkat IV : tidak mendapat sertifikat dan tidak diberi rekomendasi untuk memasarkan produksinya sebagai bahan baku ekspor.

Sumber : KKP dan http://benihikanku.blogspot.co.id