Bawang merah (Allium ascalonicum) merupakan tanaman hortikultura musiman yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun sehubungan seringnya terjadi fluktuasi harga di pasaran yang bisa menyebabkan kerugian petani, perlu upaya untuk melakukan budidaya bawang merah diluar musim.

Prasyarat pertumbuhan yang optimal Bawang Merah, memerlukan kondisi sbb. :

  • Penyinaran matahari lebih dari 12 jam sehari.
  • Ketinggian : di dataran rendah 0 – 900 mpl.
  • Suhu optimum untuk perkembangan tanaman 25 – 32 derajat celcius.
  • Keasaman tanah yang dikehendaki sekitar pH 5,6 – 7.

Langkah-langkah teknis budidaya bawang merah sudah banyak yang tahu, dan banyak diulas di dunia maya.

Berkait dengan aplikasi MaxiGrow untuk bawang merah, sengaja saya lakukan wawancara melalui jalur pribadi (japri) via WhatsApp dengan petani bawang merah Pak Rudiawan asal Pelabuhan Ratu – Sukabumi yang sedang menanam bawang merah pada 27 hari sesudah tanam (HST 27).

Pak Rudi pakai MG1 pada 3 hari sebelum tanam, terus 7 HST dan 15 HST, belum pakai pupuk kimia. Pengolahan tanah harus dipastikan gembur dengan ketebalan minimal 15 cm, lebih tebal lebih bagus.

Hasilnya sungguh ruar biasa. Bawang merahnya kelihatan seger walaupun setiap hari hujan. Ya, meski terkena hujan terus-terusan, bawang merah Pak Rudi tetap kuat dan segar. Biasanya kalau hujan terus-terusan, apalagi bila hujannya deras atau bercurah tinggi, bawang merah bisa rentan terkena jamur dan bakteri.

Solusinya, menurut Pak Rudi bila hujan bercurah tinggi kurangi pupuk kimia, karena kandungan N yang ada dalam air hujan bisa tinggi.

Dulu, biasanya Pak Rudi nanam pakai kimia terus, alhasil bawang saya suka ada yg kena busuk daun dan umbi.

Syukur Alhamdulillah, dengan seijin Allah setelah menggunakan MaxiGrow MG1 bawang merah milik Pak Rudi tetep bisa tumbuh maximal meski terkena cuaca ekstrim. Kata Pak Rudi, “Maxigrow memang super dahsyat !