Teman-teman para pembudidaya ikan lele, hari ini mari kita belajar mengenai ciri, sifat, habitat dan karakter umun dari ikan lele (catfish, limbet, ikan similiang, ikan keli). Jenis lele beragam : ada lokal, Phyton, Masamo, Mutiara, Dumbo, Sangkuriang, Mandalika, CP, Burma, dan akan terlahir strain atau jenis lele yang baru hasil penelitian dan perkawinan untuk mendapatkan jenis yang lebih baik, kuat dan unggul.

Mengetahui dan memahasi ciri, sifat, habitat dan karakter dasar ini sangatlah penting agar menjadi dasar kita melakukan budidaya yang lebih baik.

Agar kita cepat belajarnya, saya ringkaskan disini ya…..

  1. Ikan lele tubuh pipih memanjang, mengandung lendir dan tidak bersisik.
  1. Kulit tubuhnya ada yang berwarna putih (albino), cokelat, hitam dan abu-abu.
  1. Mulut ikan ini berbentuk lebar yang ditumbuhi kumis di sekitar mulut.
  1. Kumisnya berjumlah 8 buah yang berfungsi menjadi alat peraba.
  1. Siripnya ada tiga : sirip dubur, sirip punggung dan sirip ekor.
  1. Pada mulut atas ada sepasang patil yang tajam dan mengandung racun yang berfungsi sebagai senjata. Patil ini beracun terutama pada usia remaja, sedangkan pada ikan yang sudah tua racun ini sudah banyak berkurang.
  1. Selain insang, lele juga memiliki labirin yang berfungsi sebagai alat pernapasan tambahan. Dengan adanya insang tambahan ini membuat ikan lele mampu bertahan hidup di dalam lumpur dan keadaan air yang keruh. Namun dalam budidaya dengan bioflok, flok yang dipelihara jangan lebih dari 15%.
  1. Sifat hidupnya nocturnal, yaitu melakukan aktivitasnya di malam hari dan lebih suka di tempat yang gelap. Namun dalam budiaya bioflok, aktivitas ini bisa dibentuk dengan pola yang tetap saat pemberian pakan dan pencahayaan minimal 70%. Pada kasus pencahayaan yang sangat tinggi dan panas matahari yang sangat terik, budidaya lele mengalami hambatan. Suhu yang baik berkisar antara 26 – 30 derajat C (Perkembangan 25-28, pertumbuhan 26-30 dan Pemijahan 24 – 28 derajat C)
  1. Di waktu malam hari lele memijah dengan pasangannya, mencari makan dan melakukan beberapa aktivitas lainnya, dan pada siang hari lele lebih banyak bersembunyi di sarangnya dan berdiam diri.
  1. Di habitat aslinya lele sudah terbiasa hidup di perairan dangkal, di perairan tenang, dan arus yang tenang (tidak besar) seperti di persawahan, danau, rawa-rawa, waduk dan sungai-sungai. Karenanya, dalam tinggi kolam pembudidayaan sebaiknya tinggi kolam jangan lebih dari 60 cm, harus tenang (jauh dari bisingnya lalu-lintas, getaran dan kilauan lampu lalu lintas) dan hindari perlakuan yang menyebabkan ikan stres. Perlakuan yang baik juga harus dilakukan saat pemindahan, pengiriman, sortasi dan saat panen. Saat stress, pada umumnya warna kulitnya berubah menjadi lebih gelap.
  1. Ikan lele berkembang biak dengan cara bertelur yang ditempelkan pada tanaman air yang berada di sekitarnya atau diletakkan di dasar sungai dan proses pemijahan umumnya terjadi pada malam hari di tempat yang agak dalam.
  1. Karena tak memiliki sisik, ikan lele kulitnya bisa terluka saat berenang di kolam yang jernih. Gerakan ini menurut riset karena dia berenang acak, mengibaskan ekor saat diam maupun berenang, memutari kolam, merayap di dasar, mengejar lawan, berenang berhadapan, berenang beriringan, dan mendekat berenang, menyerang lawan dan mendatangai makanan tanpa memakan. Karenanya, pembentukan kekentalan flok 15% dan air yang berwarna coklat kemerahan itu sangat bagus untuk perlindungan kulit lele yang tak bersisik.
  1. Sifat aslinya termasuk ikan carnivore (pemakan daging) dimana ia memakan makanan alami seperti serangga, larva jentik, jentik nyamuk, kutu air, cacing kecil, cacing sutra, serangga, laron, keong-keong kecil, dan belatung, ikan-ikan kecil maupun udang-udang kecil yang ukuran makannya bisa masuk ke dalam mulutnya. Karenanya, ikan lele lebih menyukai pakan yang berbau amis dan dalam budidaya diupayakan kandungan proteinnya diusahakan minimal 31%.
  1. Meski pemakan daging, lele juga suka memakan azolla dan tumbuh-tumbuhan air lainnya. Karenanya, racikan azolla dan pelet bisa dijadikan pakan bagi lele. Daun papaya, daun singkong dan daun tertentu juga disukai oleh lele.
  1. Di kolam pemeliharaan, ikan lele makannya rakus dan nyaris semua makanan yang diberikannya akan dilahap habis, sehingga bisa tumbuh besar dengan cepat. Namun pemberian ini harus memenuhi hitungan tersendiri untuk memberikan pakan sesuai rata-rata ukuran berat ikan. Bila kekenyangan, ikan lele bisa mati.
  1. Selain rakus, lele juga bersifat kanibal alias suka sesamanya, terutama pada ikan yang lebih kecil atau yang sedang sakit. Karenanya, pemberian pakan harus teratur dan jangan terlambat. Ketidakteraturan, keterlambatan waktu makan dan kurangnya takaran pakan ini yang bisa menyebabkan kanibal.
  1. Berita gembiranya, sifat, karakter dan habitat lele ini bisa direkayasa dan dibentuk sedemikian rupa sehingga memberikan keuntungan tertinggi bagi para pembudidaya.

Semoga informasi sederhana ini bermanfaat adanya sebagai bekal dasar budidaya ikan lele yang dikembangkan dengan sistem bioflok atau pun BIONiC Water System.

Salam leleologi !

Agung MSG – 0813 2045 5598 (WA/Telegram)