Teman-teman sahabat petani Indonesia, dari pengalaman saya di Risk Managament, maka bagi yang ingin INVESTASI mohon untuk mengedepankan AKAL SEHAT DAN PRINSIP KEHATI-HATIAN.

Caranya Gimana ?

Silakan baca link ini : Ketahui Dulu 10 Parameter ini Sebelum Berinvestasi di Agribisnis !

Untuk ASURANSI pada pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan, saya termasuk golongan orang yang tidak setuju.

Kenapa ?

Bayarnya pasti, untuk kerugian yang tidak pasti. Koq ngak nyambung ya rasanya ? Membayar kepastian dengan ketidakpastian perolehan hasil usaha itu, maaf menyalahi hukum alam. Hasil usaha bagaimana pun juga tetap berpotensi kecil, mengecil atau gagal. Resiko itu tetap ada. Kalau kita tidak ikut asuransi, maka kita akan berpikir dan bekerja keras, sungguh-sungguh dan all out. Menyempurnakan ikhtiar, memaksimalkan usaha kita, dan biarkanlah Allah yang akan menyempurnakan hasilnya dengan keyakinan dan doa kita.

Saya pribadi lebih menyarankan daripada bayar premi asuransi bulanan, mending memberikan “proteksi langit” dengan sedekah yang Insya Allah sedekah itu mampu menolak bala, bahkan akan dilipatgandakan hasilnya oleh Allah yang Maha Menggenggam segalanya.

Ketidakpastian akan adanya resiko itu artinya ada jual-beli “yang tidak jelas”, semacam adanya pertaruhan. Jauh lebih baik bila kita fokus pada PENCEGAHAN, ANTISIPASI, MANAGEMENT YANG BAIK dan tetap berkomunikasi di komunitas secara intens. Sehingga early warning system seringkali kita dapatkan, justru dari informasi berharga dari komunitas.

Sama halnya berbisnis di “agrobisnis” dengan modal utang atau pinjaman ke bank, atau pinjaman kemana pun. Itu jangan. Lain halnya bila bekerjasama dgn pembagian saham modal, saham skill, saham pengalaman, dll.

Ya, jangan kembangkan usaha bisnis dengan utang. Alasannya utang itu bikin kita merasa hina di siang hari, dan tersiksa di malam hari. Penjelasannya, lebih lengkap saya share disini : Jangan Kembangkan Usaha dengan Utang !