Bukan hanya untuk pecel lele, importir lele biomaksi dari mancanegara sekarang ini butuh banyak Lele Biomaksi.Padahal pasar lele di Indonesia sendiri masih terbuka luas. Pasar dalam negeri pun utamanya di kota-kota besar baru terpenuhi sangat kecil dari jumlah permintaan yang sebenarnya.

Uniknya, nilai jual lele di pasar ekspor tinggi sekali dan ini potensi yang sangat besar. Soal harga, di luar negeri sangat tinggi sekali harganya, mulai dari kisaran Rp 34 ribu hingga 5 kali lipat dari harga jual di pasar Indonesia.

Di Swiss misalnya, yang doyan lele asal Indonesia, tahun 2011 saja orang Swiss menghargai ikan lele ini seekor Rp 65 Ribu rupiah. Lalu di Tahun 2014 permintaan ekspor lele ke beberapa negara  kian terbuka lebar. Jadi, kini lele sudah dapat menembus pasar Eropa, Timur Tengah, Eropa dan terus diakui dunia internasional.

Untuk kebutuhan ekspor, berat lele yang dibutuhkan berkisar antara 200 s/d 1.500 gram per ekor, tergantung permintaan importir negara yang membutuhkannya. Pasar luar negeri yang berminat kini punya permintaan yang sangat tinggi dan peluang untuk menembus pasar ekspor masih cukup luas.

Tercatat beberapa negara ini membutuhkan dalam jumlah dan kualitas yang bagus. Anatara lain : Amerika Serikat, dan Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Qatar butuh lele dalam jumlah yang besar. Masyarakat Eropa seperti Belanda (diasap), Perancis, Italia, Spanyol, dan Swis juga tak kalah tinggi permintaannya. Di belahan Asia seperti Hongkong, Jepang, Korea,  Singapura, dan Taiwan juga punya permintaan yang besar. Beberapa pasar AS dan Eropa, sudah dipenuhi Thailand, Vietnam dan Cina, padahal potensi produksi lele organik Indonesia, jauh lebih tinggi dibanding ketiga negara tersebut.

Spesifikasi lele untuk ekspor tentu saja harus mampu memenuhi spesifikasi dan kualifikasi yang sangat ketat. Antara lain berbentuk fillet (irisan daging), harus harus benar-benar segar (fresh), higenis, serta memenuhi aturan packing lele yang cukup ketat. Biasanya produk yang diekspor itu meminta ikan lele dalam bentuk yang utuh, tanpa insang, tanpa isi perut, dan tanpa sisik, karena nantinya lele tersebut akan diambil dagingnya dan diolah. Juga harus memenuhi syarat mutu, seperti bebas Ecoli, Salmonella (bakteri), dan Vibrio.

Secara kimia, ikan lele kualitas ekspor harus bebas dari logam-logam berat yang berbahaya seperti Pb (timbal), Hg (mercuri), tembaga (Cu), serta bebas dari kotoran.

Sementara kendala peternak lele atau pembudidaya lele untuk menembus pasar ekspor, masih berkutat pada minimnya permodalan, tingginya harga pakan lele akibatnya hasil panen tidak maksimal, serta belum mampu memenuhi spesifikasi produk yang di minta negara tujuan ekspor.

Teknologi Budidaya Lele Organik Sistem Biomaxi Teknologi MaxiGrow yang dilakukan dalam sebuah Gerakan Ekonomi Kerakyatan Maksiplus, adalah solusi nyata untuk mengangkat derajat kesejahteraan para pembudidaya lele di Indonesia yang sekarang ini masihlah sangat minim. Kedepan cara kelola produksi perikanan modern harus diperhatikan dengan benar dan seksama, termasuk mengikuti aturan CPIB dan CBIB.

Seiring dengan makin sadarnya masyarakat akan nilai gizi, kandungan dan manfaat ikan lele, maka dari sisi penjualan ikan lele cukup bagus prospeknya. Dari sisi gizi, ikan lele kaya akan asam lemak omega 3, protein, vitamin B12; kaya akan fosfor yang memberi energi dalam metabolisme lemak dan pati, yang dapat menunjang kesehatan gusi dan gigi serta membantu sistesis DNA.

Lele juga diyakini mampu membantu kesehatan kardiovaskuler, yang membuat jantung dan otak sehat lebih sehat. Lebih jauh ikan lele juga baik untuk pembentukan tulang dan gigi, dapat membantu menurunkan tekanan darah, dan juga dapat mempercepat proses penyembuhan luka.

Kita berfokus pada pengembangan budidaya lele karena jenis ikan lele ini memiliki sejumlah keunggulan,  seperti mudah dibudidayakan, memiliki pertumbuhan yang cepat, tahan penyakit, teknologi budidaya relatif mudah, serta modal usaha yang rendah dan pemasaran mudah.

Melihat tuntutan pasar global akan produk perikanan budidaya lele yang besar dan sangat prospektif itu, kita perlu sungguh-sungguh memperhatikan dengan seksama keamanan pangan (food safety) yang benar-benar aman untuk dikonsumsi sesuai persyaratan pasar. Selain daya saing, baik dalam mutu produk, maupun efisensi dalam produksi juga tak boleh kita abaikan.

Bagi para calon pembudidaya lele yang tertarik mengetahui lebih lanjut, silakan kontak saja Agung MSG – Warehouse MaxiGrow Indonesia, Jl. Moch. Yamin No. 92 Sayang, Cianjur : 0813 2045 5598 (SMS / WhatsApp / Telegram).