Disaat perikanan tangkap sudah tidak lagi menjanjikan imbal hasil yang memadai, terutama saat cuaca buruk dan penuh tubulensi terjadi, disaat pengerusakan Lingkungan terus terjadi, over fishing di samudra perairan kita oleh nelayan negara asing, kini budidaya perikanan sudah menjadi tuntutan industri perikanan di Indonesia.

Kecenderungan ini pun didorong juga karena semakin banyaknya konsumsi masyarakat dunia yang beralih dari daging merah (red meat) ke daging putih (white meat) : ikan air tawar. Belum lagi kebutuhan penyediaan lapangan kerja yang dapat diserap dengan adanya industri budiyaya perikanan.

Usaha budidaya perikanan bisa kita pilih, apa mau fokus pada pembenihan, pembesaran atau pengolahan dan pemasaran ?

Jenis komoditas yang bisa dibudidayakan pun bisa kita pilih. Bisa rumput laut, ikan sidat, ikan hias, atau fokus pada komoditas ikan konsumsi potensial. Mulai dari ikan mas, ikan patin hingga lele. Baik lele jumbo, lele sangkuriang, lele mutiara, lele piton, atau lele masamo.

Ya, lele punya keunggulan ekonomis yang cukup mencolok, selain alasan teknis prosses produksinya.

  1. Lele adalah jenis ikan air tawar yang menyukai air tenang dan pertumbuhannya sangat cepat : 1,5 – 3 bulan siap panen.
  2. Dapat bertahan hidup pada kondisi perairan yang “minim”.
  3. Sifat ikan lele yang rakus dari lele ini bisa kita alihkan pada pakan alternatif yang yang bisa kita berikan.
  4. Hasil olahannya yang gurih, yang banyak diminati orang yang menyebabkan prospek budidaya ikan lele ini kian moncer dan sangat prospektif.

Nah karena alasan-alasan diatas itulah, maka Pak Iswahyudi menciptakan budidaya ikan dengan sistem bio flok yang unggul, efisien dan maksimal hasilnya. Dengan Bio Flok, budidaya ikan bisa dilakukan dengan hemat tempat, hemat biaya, hemat waktu dan hemat air.

lele-bio-flok

Bonus lain dari sistem bioflok ini prosesnya tetap ramah lingkungan dimana air tidak berbau. Airnya pun bisa untuk Pupuk Tanaman, dan hasil panennya melimpah. Selain itu dagingnya gurih, lebih padat, organik dan tidak bau tanah atau pun lumpur. Hm….

Yang lebih menggoda, keuntungan dari budidaya lele dengan sistem Bio Flok bisa mencapai keuntungan 105% dalam satu periode panen (3 bulan).

Menarik ?

Silakan info selanjutnya hubungi : Agung MSG di Agung Herbal, Jl. Aria Cikondang No. 50 – Joglo Bawah Cianjur. Atau silakan hubungi agen kami terdekat di kota Anda.