Ada yang tak percaya bahwa Budidaya Lele Organik Modern Sistem BioMaksi dengan Teknologi Maxigrow mampu menembus FCR 0,6%, tebar padat 2000 ekor / m3 dan dengan kematian mendekati 0% alias SR-nya mendekati 100%. Bahkan ada yang sudah panen 2 kali dengan FCR 0,43, yang artinya : Lele BioMaksi bisa hemat pakan 57% ! Sudah banyak pembudidaya yang punya kolam diameter 2 meter (D2) isinya 6000 ekor. Bahkan ada yang lebih ekstrim lagi : 7000 ekor di kolam D2 !

Untuk D2 isi 7000 ekor rasanya tak direkomendasikan. Alasannya sederhana : tidak berperikelelean ! Mereka juga makhluk Tuhan yang suka bertasbih dan berhak mendapat perlakuan pantas dan mulia. Wong yang 6000 ekor di D2 saja sudah untung. Pokoknya jangan serakah lah…. Hehehe….

Oh ya,  FCR sendiri adalah singkatan Feed Confersion Ratio yang merupakan satuan untuk menghitung efisiensi pakan pada budidaya pembesaran atau penggemukan. Rumus menghitungnya adalah : FCR itu adalah jumlah pakan dibagi bobot hidup total. Semakin kecil angka FCR maka semakin baik pakan yang diberikan.

Sementara SR atau Survival Rate adalah istilah dalam budidaya perikanan yang merupakan indeks kelulushidupan suatu jenis ikan dalam suatu proses budidaya dari mulai awal ikan ditebar hingga ikan dipanen. Nilai SR ini dihitung dalam bentuk angka persentase, mulai dari 0 – 100 %. Tak sedikit para pembudidaya lele BioMaksi mendapatkan SR 100%, alias tanpa ada kematian satu pun lele. Koq bisa ? Ya karena bibitnya unggul dan menjalankan SOP Biomaksi dengan sabar, ketat dan teliti.

Ya, kembali ke laptop !

Bagi orang awam, mungkin ini aneh atau kurang masuk akal. Alasannya, misalnya FCR 0,6 yang artinya untuk menghasilkan 1 kg lele dibutuhkan (menghabiskan) 0,6 kg pakan. Sementara dalam ilmu biologi yang dikonsumsi makhluk hidup tidak semuanya diubah menjadi daging untuk tumbuh. Artinya ada yang hilang menjadi energi gerak, menjadi feses (kotoran), dan lain-lain. Nah kalau FCR 0,6, lalu dari mana lele mendapatkan energi ? Dari mana 0,4 kg untuk tumbuh diluar pakan ?

Dengan kata lain, sebagai ilustrasi sederhana kalau kita masukkan pakan ke kolam lele 0,6 ton lalu panen lele jadi 1 ton, maka yang 0,4 ton itu dari mana ? Bukankah sebagian pakan itu dibuang jadi kotoran, sebagian diubah menjadi energi, selain sebagian untuk pertumbuhan ?

Lebih mengherankan lagi, bukankah di ilmu fisika itu energy (kcal yang dibakar) tidak semua diubah menjadi energy gerak dan sebagian terbuang menjadi energy panas. Sebagai pembanding pada ayam pedaging broiler, kondisi terbaik FCR saat ini 1,3. Nah, dalam hal ini kalau kolam lele kita masuki pakan 1 ton yang dalam beberapa bulan kita ambil dari kolam tersebut menjadi 1 ton lebih, maka yang lebih itu dari mana ?

Atas pertanyaan ini, bagaimana kalau pertanyaannya dibalik ? Kalau ikan paus di lautan bisa sebesar rumah, kira-kira makannya apa ya ? Hehehe… Ini sama saja pada jaman dulu orang bilang tak mungkin manusia bisa terbang. Namun jaman sudah modern. Dengan teknologi canggih orang bisa terbang bersama-sama ratusan orang dengan Boeng 747 : 600 penumpang terbang sekaligus antar benua, dengan cepat lagi !

Maksudnya mari kita Manage Your Self : Begin with the End in Mind. Inilah The Habit of Vision. Yaitu : mental creation precedes physical creation, and define practical outcomes. Mari kita kelola diri kita sendiri dengan memulai tujuan akhir di pikiran kita sendiri. Ini sebuah kebiasaan bervisi ala Steven Covey. Yaitu betapa penciptaan mental itu sebenarnya mendahului penciptaan fisik, dan akan menentukan hasil akhirnya.

Menurut Ir. Herri Gunawan, pakar dan konsultan budidaya ikan, menyampaikan sebuah ilustrasi. Misalnya pakan yang masuk kolam anggap saja diserap ikan 30%, dan yang terbuang berupa feses dan lain-lain 70%. Namun dengan mikroba biomaksi teknologi maxigrow inilah yang 70% ini dirombak menjadi protein yang berupa flock. Flock ini yang berupa kumpulan mikroba yang menjadi suplemen alami bagi ikan inilah yang menjadi pakan pengganti pelet.

Ya inilah yang diistilahkan Recycle Food, feces dirubah jadi makanan yang setelah diteliti ternyata feces lele masih mengandung protein dan sisa makanan yang belum sempat dimakan dirombak oleh mikroba lactobacillus yang baik hati dan tidak sombong menjadi protein yang berupa flok, dan begitulah siklus itu berjalan secara cepat secara berkesinambungan.

Selain itu dengan pelet yang diberikan perlakuan MaxiGrow MG1 yang tadinya terbuang 70% diupayakan menjadi yang 30%-nya. Kenapa bisa begitu ? Karena dalam formula BioMaksi ada Lactobacillus sp yang mampu memperbaiki daya cerna sistem pencernaan ikan. Dengan activator probiotik terbaik MaxiGrow MG1 maka akan meningkatkan efisiensi pencernaan sehingga FCR bisa rendah.

“Nah, sepintas begitulah gambarannya”, kata Kang HerGun panggilan akrab Pak Herri Gunawan mengakhiri.

Menarik ? Ikuti trainingnya !

Informasi lebih lanjut silakan kontak saja : Agung MSG – 0813 2045 5598 (HP / WA).