Pak Asep peternak ayam broiler dengan 8500 ekor, punya cerita menarik dengan ternaknya yang ia kelola masih dengan sistem konvensional.

Semula mitra kerja dan PPL-nya sudah pesimis karena FCR-nya bengkak. Usia 28 hari 1,5 kg, seharusnya 1,6 – 1,7 kg. Daripada rugi, mending dipanen usia 30 hari. Alhamdulillah usia 30 hari jadi 1,74 atau naik 124 gram. Saat dipanen hari ke-32 hasilnya 1,86 kg.

Saat PPL datang, ia heran : “Ngak mungkin bobot bisa ngejar sampai segini ?!

Pak Asep pun antusias cerita. Saat usia 2 minggu beratnya 418 gram padahal standar PPL 560 gram. Dalam 2 hari kemudian bisa sampai 570 gram, atau naik 152 gram dalam 2 hari.

Saat minggu ke-3 standar PPL 40 gram, ini mencapai 76 gram untuk 8500 ekor. Ada kenaikan sekitar 90%. PPL bilang, “Ini mungkin salah sampling !

Yang jelas, kotoran kini jadi tidak berantakan, sekarang kotoran seperti hancur, tidak bau dan kotorannya tidak banyak. Angka kematian pun pada minggu ke-3 bisa 1,4%, jauh dibawah standar yang ditetapkan PPL. Secara keseluruhan, kematian 6 – 8% itu termasuk normal, setelah dengan MG1 jadi 3,6 %. Dan saya yakin, Insya Allah masih bisa kecil lagi angka kematiannya bila aplikasi MG1 ini dimulai sejak awal.

Untuk mengetahui bagaimana cara aplikasi Maxigrow pada ayam broiler, silakan kontak saja : Agung MSG – Warehouse Maxigrow Indonesia, Jl. Prof. Moch Yamin No. 92 Sayang Cianjur. Kontak : 0813 2045 5598 (Telegram, Whatsapp)