Dalam budidaya ikan lele, menganalisis kondisi air, pH, kondidi flok, manajemen pakan, tata letak kolam, irigasi penampungan atau pembuangan limbah air kolam,  pengaturan sirkulasi air hingga aerasi dengan aerator yang tepat, memang harus diperhatikan benar-benar dengan seksama.

Seorang teman yang belajar penuh ikut training lele, lelenya mati semua hanya karena lupa kolam lelenya ia simpan didalam garasi mobil yang relatif gelap.

Ya, dalam ilmu “Leleologi”, aspek atap kolam lele ini masih sering terlupakan. Pemilihan atap kolam bisa menjadi salah satu aspek keberhasilan budidaya lele organik sistem biomaksi dengan Teknologi Maxigrow. Karenanya, pemilihan atap kolam yang keliru bisa mempengaruhi tumbuh-kembangnya lele. Pertumbuhan ikan lele tidak akan maksimal. Apalagi bila kolam itu berada didalam garasi mobil misalnya. Dari sisi pencahayaan setidaknya dibutuhkan pencahayaan 70%. Karenanya, pilihlah atap yang berbentuk plastik.

Atap kolam lele sebaiknya menggunakan atap kolam plastic UV (Ultra Violet) yang punya kelebihan dibanding dengan mulsa plastik atau pun terpal plastic, yaitu lebih awet, lebih kuat, dan tidak mudah robek (rusak).

Pemilihan Plastik UV yang dilapisi bahan kimia tertentu dimaksudkan untuk melindungi dari paparan sinar ultraviolet yang berlebihan yang masuk kolam. Selain kandungan UV protector, pada beberapa merk plastik UV juga mengandung beberapa zat additives antara lain: IR, AB, EVA, dan LD. Semua zat additif tersebut sangat berguna dalam memaksimalkan fungsi atap kolam.

Jenisnya ada yang plastik UV 6%, 8%, 12% dan 14% dengan ketebalan sekitar 0.15-0.20 mm. Prosentasi makin tinggi warna plastik terlihat semakin lebih buram (gelap). semakin besar nilai persentase, maka semakin banyak pula cahaya yang dipantulkan kembali ke atmosfer dan semakin sedikit cahaya yang diteruskan. Begitu pula sebaliknya.

Untuk kolam ikan lele, saya merekomendasikan menggunakan plastik UV 14% karena sebagian radiasi akan dipantulkan kembali, Proses ini akan menciptakan peningkatan suhu udara dan air kolam. UV 14% akan mampu mengurangi cahaya paling besar dibandingkan jenis lainnya, dan tetap dapat meneruskan cahaya dengan optimal.

Adapun ketebalan yang saya rekomendasikan adalah ketebalan 20 mm. Dengan demikian, diharapkan intensitas suhu dan panas matahari yang cukup dalam proses ini sangat bermanfaat terutama ketika proses pembibitan ikan dan perkembangan ikan Dengan pemilihan plastik yang tepat, diharapkan hasil panen atau produksi akan meningkat.